Aku, Cici, dan Awal Sebuah Catatan
Aku, Cici, dan Awal Sebuah Catatan
Hari ini aku menulis sesuatu yang mungkin sederhana, tapi bagiku punya makna besar — ini adalah langkah pertama di blogku. Sebuah tempat kecil di dunia maya yang ingin kujadikan ruang bercerita, ruang untuk mengenal diri sendiri lebih dalam. Sebelum aku menulis banyak hal ke depan, izinkan aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu, dengan cara yang paling jujur dan hangat.
***
Nama lengkapku adalah Agnes Nabu, tapi aku biasa lebih banyak dipanggil dengan sebutan Cici oleh orang-orang terdekat aku, seperti keluarga atau sahabat-sahabat aku. Ingat ya hanya orang-orang terdekat. Nama itu terdengar akrab, ringan, dan membuatku merasa dekat dengan mereka. Mungkin karena aku percaya, keakraban adalah hal kecil yang membuat hidup terasa lebih hangat. “Cici” bukan hanya sekadar panggilan, tapi juga bagian dari diriku yang apa adanya. Sedangkan bagi mereka yang baru saja aku kenal, aku lebih suka jika mereka memanggilku dengan sebutan Agnes seperti biasa. Nama itu semacam pembeda antara kedekatanku dengan mereka
Aku berumur 18 tahun, usia yang katanya masa paling indah, tapi juga masa paling rumit. Ada banyak mimpi di kepala, tapi juga banyak pertanyaan di hati. Aku sering berpikir tentang masa depan — tentang siapa aku nanti, tentang bagaimana aku akan menjadi dewasa nanti. Tapi kemudian aku sadar, tidak semua hal harus dijawab sekarang. Kadang, cukup dijalani saja dengan tulus, karena setiap langkah kecil akan menuntunku ke tempat yang seharusnya.
Kini aku sedang menjalani hidup sebagai seorang mahasiswi semester 1 Jurusan Akuntansi, di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Oemathonis Kupang. Kadang aku masih tidak percaya waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku masih duduk di bangku SMA, bingung memikirkan mau kuliah di mana dan mengambil jurusan apa. Kini aku berdiri di sini dan merasa seperti melangkah ke dunia yang benar-benar baru — dunia di mana aku harus belajar menata diri, waktu, dan mimpi.
Jujur, menjadi mahasiswa adalah hal yang dulu hanya ada dalam bayanganku. Aku sering membayangkan bagaimana rasanya duduk di dalam kelas kuliah, dan berdiskusi dengan teman-teman tentang hal-hal yang dulu terasa rumit. Sekarang, semua itu bukan lagi bayangan — aku benar-benar menjalaninya. Dan meski kadang terasa melelahkan, aku bersyukur bisa sampai di titik ini.
Aku memilih Akuntansi bukan semata karena angka, tapi karena aku ingin belajar tentang keteraturan dan keseimbangan. Dalam hidup, kita juga butuh keseimbangan seperti dalam laporan keuangan: antara logika dan emosi, antara memberi dan menerima, antara berjuang dan beristirahat. Aku percaya bahwa dibalik setiap angka, ada makna tentang tanggung jawab dan kejujuran — dua hal yang ingin selalu kupegang dalam perjalanan ini.
Banyak orang bilang, akuntansi itu kaku, penuh hitungan, dan kurang punya ruang untuk perasaan. Tapi aku tidak begitu peduli akan tanggapan mereka. Bagiku, yang terpenting adalah aku menyukai semua hal yang sedang aku jalani sekarang.
Lewat blog ini, aku ingin menulis tentang perjalananku menjadi mahasiswa, tentang teman-temanku, tentang keseharianku, mungkin juga hal-hal random tentang aku — tentang perasaan yang datang dan pergi, tentang mimpi yang perlahan mulai kutemukan bentuknya. Aku ingin blog ini menjadi tempatku bercerita dengan jujur, tanpa topeng dan tanpa takut dinilai.
Aku tidak tahu ke mana tulisan-tulisan ini akan membawaku nanti. Tapi yang aku tahu, setiap kata yang kutulis akan menjadi jejak kecil dari prosesku menjadi pribadi yang lebih dewasa dan kuat.
***
🌼 Aku adalah Cici — seorang mahasiswi akuntansi berumur 18 tahun yang sedang belajar menyeimbangkan logika dan perasaan, angka dan makna.
Ini langkah pertamaku, dan aku tahu, masih banyak cerita yang menunggu untuk ditulis.
Selamat datang di blogku — tempat di mana setiap kata adalah cermin kecil dari perjalananku menjadi dewasa.
Komentar
Posting Komentar