Kisah Wisuda yang tak pernah terlupakan
Ketika Bahagia Hadir Lewat Layar : Kisah Wisuda STIE Oemathonis Kupang
💐💐
Pagi itu, sinar matahari menembus lembut di antara awan putih yang tipis, menyapa Kota Kupang. Langit tampak biru jernih, udara terasa hangat, seolah alam pun ikut merayakan hari bahagia bagi keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Oemathonis Kupang. Hari itu bukan sekedar hari biasa — hari wisuda tiba, sebuah momen yang sudah lama dinantikan oleh angkatan ke-24.
Walau aku tidak hadir langsung di tempat acara, pagi itu tetap terasa istimewa. Di layar ponselku, siaran langsung wisuda dari Hotel Aston Kupang tampak begitu hidup. Dari kejauhan, aku bisa merasakan semangat dan kebanggaan yang terpancar dari wajah-wajah para wisudawan dan wisudawati yang berjalan dengan anggun di atas panggung.
Di dalam ruangan hotel yang megah, dekorasi tampak anggun dan menawan. Ruangan itu tampak berkilau dengan latar kuning-keemasan — warna khas STIE Oemathonis Kupang. Di setiap sudut terpajang bunga segar dan kain berwarna lembut yang mempercantik suasana. Di tengah ruangan, kursi-kursi tertata rapi, menciptakan suasana yang penuh wibawa dan elegan. Cahaya lampu kristal di langit-langit memantul lembut pada jubah hitam para wisudawan yang mulai memenuhi ruangan.
Para perempuan tampil cantik mengenakan kebaya beraneka warna yang dilapisi dengan jubah hitam dan toga, sementara para laki-laki terlihat gagah dalam jubah hitam dan juga toga yang menjuntai megah di punggung mereka. Semua tampak memancarkan keindahan dan kebanggaan yang sulit dijelaskan.
Acara dimulai dengan khidmat. Musik lembut mengiringi prosesi masuknya para dosen dan pimpinan kampus ke dalam ruangan. Seluruh hadirin berdiri memberi penghormatan. Suasana menjadi begitu sakral, namun hangat di saat yang bersamaan. Setiap langkah terasa berarti, setiap tatapan penuh makna.
Jumlah wisudawan dan wisudawati yang mengikuti upacara kelulusan kali ini adalah 67 orang. Satu per satu nama mereka dipanggil, dan setiap langkah menuju panggung terasa penuh makna. Namun, yang membuatku kagum adalah, STIE Oemathonis Kupang memiliki tradisi yang istimewa, yaitu penyerahan ijazah asli dilakukan langsung kepada para wisudawan dan wisudawati di hari itu juga.
Momen itu sungguh mengharukan. Setiap mahasiswa yang maju ke depan menerima ijazahnya dengan tangan bergetar, senyum bangga, dan kadang air mata yang tak bisa dibendung. Beberapa bahkan menundukkan kepala sejenak, mungkin mengenang perjalanan panjang penuh tantangan, dari lembar tugas pertama, ujian yang sulit, hingga malam-malam begadang menyelesaikan skripsi.
Aku yang menonton dari layar pun ikut tersenyum, meski di dalam hati terasa hangat sekaligus haru. Ada rasa bangga yang tak bisa dijelaskan — bangga pada mereka yang telah menyelesaikan perjuangan, dan juga bangga menjadi bagian dari kampus yang penuh dedikasi seperti STIE Oemathonis Kupang.
Setelah seluruh nama wisudawan dipanggil dan ijazah diserahkan, suasana berubah menjadi lebih ringan dan penuh tawa. Pembawa acara kemudian memperkenalkan salah satu teman angkatanku yang akan tampil untuk menghibur para tamu undangan.
Dari layar, aku melihatnya maju ke depan dengan penuh percaya diri. Ketika musik mulai mengalun, suaranya yang merdu dan khas langsung memenuhi ruangan. Semua mata tertuju padanya. Ia menyanyikan lagu penuh makna, mengiringi momen bahagia para lulusan. Senyum para wisudawan terlihat makin lebar, beberapa dosen ikut bertepuk tangan, bahkan ada yang ikut bernyanyi pelan mengikuti irama.
Suasana wisuda yang sebelumnya penuh haru kini berubah menjadi hangat dan penuh keceriaan. Lagu-lagu yang dibawakan teman angkatanku membuat acara semakin hidup, menghadirkan keseimbangan antara tangis kebahagiaan dan tawa kebersamaan.
Dari balik layar ponsel, aku merasa seolah berada di ruangan itu. Seolah aku juga bisa mencium aroma bunga yang menghiasi panggung, merasakan tepuk tangan yang menggema, dan menyatu dalam kegembiraan mereka.
Setelah seluruh prosesi selesai, tibalah saat yang paling dinanti, yaitu sesi foto bersama. Para wisudawan berdiri di depan panggung, membentuk barisan panjang. Senyum mereka merekah, dan kilatan kamera memenuhi ruangan.
Beberapa keluarga maju untuk bergabung dalam foto, membawa bunga, dan hadiah kecil sebagai ungkapan cinta dan kebanggaan. Suara tawa menggema di antara denting musik latar yang lembut.
Setelah itu di luar ruangan, beberapa wisudawan/wisudawati masih berfoto bersama teman-teman mereka. Ada yang berpelukan erat, ada yang menatap langit seolah mengucap syukur dalam diam.
Pemandangan yang kulihat dari ponselku tampak begitu nyata, seolah-olah aku turut hadir bersama dengan mereka, terasa begitu menyentuh. Hari itu bukan hanya tentang kelulusan, tapi juga tentang perjalanan panjang menuju kedewasaan. Tentang perjuangan, pengorbanan, dan keyakinan bahwa setiap usaha akan menemukan waktunya untuk dihargai.
STIE Oemathonis Kupang telah kembali menorehkan catatan baru dalam sejarahnya — mencetak lulusan-lulusan tangguh yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan dunia kerja. Setiap toga yang dikenakan hari itu bukan hanya simbol kelulusan, tetapi juga tanda keberanian untuk bermimpi lebih tinggi.
Hari itu menjadi penanda berakhirnya satu babak, dan dimulainya babak baru dalam kehidupan para lulusan angkatan ke-24 STIE Oemathonis Kupang.
Sebuah hari yang akan selalu dikenang — hari di mana langkah kecil mereka berubah menjadi lompatan besar menuju masa depan.
💐💐
Kebahagiaan memang tidak selalu harus dirasakan dari dekat. Kadang, bahkan lewat layar kecil, bahagia itu tetap bisa hadir -- dan aku tahu, suatu hari nanti, ketika waktuku tiba, aku juga akan berdiri di tempat itu, dengan perasaan bangga yang sama, senyum yang mengungkapkan segalanya, dan ucapan terima kasih yang tulus atas doa yang sedang kuperjuangkan di hadapan Tuhan Yesus dan Bunda Maria saat ini


Komentar
Posting Komentar